Yang tidak kamu tahu

Tidak semua hal di dunia ini bisa kita ketahui.  Perasaan orang lain misalnya.

Sekalipun ada orang-orang yang mengatakan “Aku tahu perasaanmu”.

Entah itu hanya kalimat penghibur atau ia pura-pura tahu.  Sekalipun ia pernah merasakan kejadian yang paling mirip sekalipun.  Kenyataannya saat kita terluka, tidak ada orang yang benar-benar tahu tentang seberapa dalam luka yang kita rasakan.

Saat kita merindukan sesuatu, tidak pernah ada orang yang benar-benar tahu betapa merindunya kita.

Pun saat kita jatuh cinta.  Tidak ada yang benar-benar tahu.  Sejatuh apa hati kita mencinta.

Tidak ada yang bisa merasakan perasaan orang lain dengan presisi yang tepat.

Orang-orang yang terlihat sangat tegarpun, mungkin sedang menyembunyikan air matanya.

Jangan-jangan orang-orang yang pura-pura cuek,  adalah orang yang selalu menyebutkan nama kita dalam doanya.

Menyebutkan nama kita minimal 5 kali dalam sehari.  Menyebutkan nama kita sebelum pagi.

Dan masih banyak lagi yang tidak kamu tahu…

Kita

Perasaan kita yang harusnya disesuaikan, bukan sikap orang lain.

Seharusnya aku belajar dari daun-daun, yang berguguran ketika berhadapan musim gugur.

Kemudian tumbuh lagi di musim semi.

Manusia memang tidak bisa mengontrol manusia lain, tapi sikap kitalah yang seharusnya kita kontrol.

Selama kita terus belajar merespon positif, selama itu juga kita akan terus menjadi pribadi positif. Mungkin butuh pembelajaran yang panjang dan melelahkan, tapi cobalah.

Di sela-sela menghadapi banyaknya data merah 😀