Belajar dari Matahari

Baiknya kita belajar dari matahari tentang kedisiplinan yang tinggi.

Ia tidak pernah sedetikpun terlambat terbit.

Ia juga tidak pernah pergi telalu cepat.

Ia tidak pernah melenceng dari garis edarnya.

Menyinari bumi dengan jarak sangat tepat. Kalau saja matahari terlalu jauh beberapa derajat saja, maka bumi ini tidak akan bertahan karena kedinginan.

Betapa Allah sangat mencintai umatNYa. Ia menciptakan matahari dengan tingkat kepatuhan yang luar biasa.

Dari matahari kita juga harus belajar tentang memiliki kapasitas yang besar. Panas yang dihasilkan matahari sampai saat ini masih terus mampu untuk menyinari seluruh dunia.

Baiknya manusia terus belajar untuk meningkatkan kapasitasnya, kemudian ia bisa menerangi  dunia.

Mari memperbaiki diri dan menjadi matahari-matahari kecil

Ahad, 16 April 2017

Jakarta Pusat

Prosa jauh ‘ Ja(t)uh’

Menjauh untuk menjaga

aku benci konsep itu

seperti matahari yang mencintai bumi dengan jaraknya

terdengar tegar dan dewasa, tapi tetap menyedihkan

barangkali analogi itu hanya pembenaran teoritis atas ketidakmampuan mencintai dengan alasan apapun

apa yang bisa diharapkan dari sebuah cinta

yang bahkan oleh himpitan jarak saja ia jadi tak berdaya

Kalau saja matahari memang mencintai Bumi,

mestinya telah redam Bara yang ia punya

terendam oleh air matanyanya sendiri

dari Prosa Jauh karya Azhar Nurun Ala

Saya sependapat bahwa cara matahari mencintai bumi terlalu menyedihkan