Ibu

Ibu, terima kasih telah memiliki hati seluas langit,
langit yang selalu meyakinkanku-ada tempat untuk kita disana-tempat yang baik dari dunia ini-tempat untuk orang-orang yang terus belajar menjadi baik.
Ibu, terima kasih telah memiliki hati seluas dunia,
dunia yang luas untuk aku berteriak marah-kesal-
atau apapun kemarahanku-
dan bagi dunia-sekuat apapun aku berteriak-tak akan pernah ada artinya, bukan?
Terima kasih telah menjadi dunia dan mengajarkan menjadi dunia bagiku
 
Bagaimana bisa-baru saja aku mencium kedua pipinya pagi ini sebelum berangkat ke kampus-kini aku sudah merindukannya-
Ibu, sebenarnya aku takut menikah karna-aku tahu-aku tak bisa melihatmu sesering saat aku hanya menjadi putrimu saja.
 
Ibu, aku ingin terus menjadi putrimu.
Iklan

3 thoughts on “Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s