Menjadi…

Almost people think that, penulis itu cenderung menuliskan kisah hidupnya.

Do you agree with my statement?

Trus bagaimana menurutmu kalau semua kisah hidupnya sudah dituliskan? Udah habis dong.. trus nggak bisa buat buku lagi? nggak bisa nulis lagi?

Kan ya engga to…

Sebenarnya nggak sedikit juga penulis yang menggunakan kisah orang-orang disekitarnya (Ich auch: Saya juga haha).

Kenapa? karna mungkin hidup penulis terlalu monoton, nggak ada kisah cinta-cintaannya juga. Haha

Kalau kata Dee, kalau ingin jadi penulis harus punya mata ketiga, untuk melihat kisah-kisah yang ada di sekitar kita-untuk kemudian kita tuliskan.

Kalau kata saya, untuk menjadi penulis,

kita perlu hati kedua, hati yang terus mencoba merasakan masalah orang lain, kesulitan, duka dan kesenangan serta impian mereka-dan akhirnya bisa kita tuliskan sesuai dengan sudut pandang mereka-tetapi versi kita. 

Jangan berpikir bahwa menjadi penulis, maka orang lain akan tahu seluruh kisah hidupmu. Oke? Jangan sok tahu tentang hidup orang lain.

Ini karena banyak yang bilang: “ini kisahmu ya? haha”

Menulis itu perpaduan antara sudut pandang dan imajinasi.

Coolbox, 3:19

 

Iklan

8 thoughts on “Menjadi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s