Permen

Suatu hari entalah ini pagi atau malam. Barangkali di sisi benua lain, saat ini adalah malam hari yang gelap. Meski disini masih sore.

Seorang anak kecil berlari ke arahku, seperti biasanya ia meminta permen,

“Mbak ada permen? bagi mbak..”

“Aku tidak punya permen”

“Yahh…” wajahnya cemberut dan langsung meningggalkanku.

Kemudian dia berlari kepada orang lain, barulah ia berhenti saat mendapatkan permen dari temanku.

Harusnya mengejar cita-cita se-simpel cara adek kecil tadi meminta permen, iya kan?

Terus bertanya hingga akhirnya mendapatkannya. Langsung pergi jika tidak menemukan tujuannya disana. Tidak menyerah sampai akhirnya terwujud. Sedih sebentar, kemudian maju lagi.

 

 

 

 

Iklan

6 thoughts on “Permen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s