Panggung

Kalau boleh aku sederhanakan, hidup kita seperti sebuah panggung. Ada kalanya memang gelap, kemudian ada orang lain datang dan menyalakan lampu. kemudian lampu itu redup lalu bersinar kembali. Ada kalanya hidup kita dihiasi lampu warna-warni. Seperti halnya kita bertemu banyak orang dengan karakter berbeda-beda. Kemudian akhirnya lampu itu mati.

Selama itu ada orang-orang lalu lalang yang melihat kita, lalu pergi untuk mencibir, atau memuji. Beberapa berhenti cukup lama untuk memperhatikan, beberapa lainnya memberikan tepuk tangan. Tidak sedikit yang bahkan tidak begitu memperhatikan.

Anehnya, yang datang memperhatikan tidak semuanya benar-benar mengerti. Ada yang hanya ikut-ikutan teman atau beberapa justru tidak tahu sama sekali tujuanya berhenti disana.

Maka selaknya panggung, hidup yang kita jalani akan berakhir juga. Kita mungkin harus berada dalam pertunjukan yang menyedihkan beberapa lama, tapi percayalah bahwa ada hal baik yang akan segera datang.

Kamu masih percaya Tuhan kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s