Rencana dan Takdir

Sebagai manusia kita bisa dan boleh merencanakan banyak hal. Seperti merencanakan hal kecil untuk bertemu dengan seseorang, merencanakan sebuah acara, merencanakan kapan kita akan menikah, akan bekerja sebagai apa atau merencanakan untuk menuju ke suatu tempat.

Setelah selesai merencanakan sesuatu, apakah kau memberikan ruang pada takdir untuk bekerja? Jika tidak ada ruang untuk takdir, sisakanlah sedikit untuknya.

Bagaimana jadinya jika Tuhan menginginkan takdir terbaik untuk kita?

Jika memang Dia menuliskan kita dalam takdir sebuah pertemuan, aku yakin akan ada banyak jalan yang terbuka saat itu. Sekalipun aku memutuskan pergi jauh.

Takdir bekerja lebih besar dari rencana kita.

Saya tidak merencanakan untuk bertemu kalian disini, tapi sepertinya kami memang harus dipertemukan. Sudah sejauh ini bersama, semoga kalian tidak pernah lelah menasihati saya, semoga kalian selalu sabar menghadapi celotehan saya, semoga kalian sabar membimbing saya..

11222833_10203628672112101_3205579767280070993_o

“Lampaui targetmu” itu kata-kata yang terinspirasi dari persahabatan kita.

Tidak masalah jika saat ini rencana ini dan itu belum tercapai. Hanya saja, kita jangan menyerah sekarang! Karena tidak akan pernah ada waktu yang tepat untuk menyerah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s