Kematian

Kemudian, rumah ditinggalkan dengan pintu-pintu terbuka dan jendela terbuka.

Hingga angin bebas masuk merasuk, mengabarkan pada dinding, lantai, tiang dan atap;

di mana-mana hanya ada wangi kematian penuh rahasia.

Dan adakah yang lebih sepi dari rasa mati?

Barangkali hanya kematian itu sendiri.

Kematian.

Ia muncul dari balik rumput akar, menatap tajam. Menusuk-nusuk. Memutus urat-urat.

Alangkah diam-diam kedatangannya.

Sungguh dengan cara yang amat rahasia.

Kabarkan bahwa kematian telah dekat.

Namun tidak terdengar bunyinya.

Semua selesai. Singkat saja.

Entah siapa saja.

Seperti waktu yang terus berkemas.

Dari Buku Musim yang Menggugurkan Daun Yetti A.K.A dengan beberapa perubahan.

Aku tidak pernah bisa memahami kematian. Tapi bukankah Tuhan punya ukuran seberapa kuat hati kita ini mampu menanggung beban?

Dan bukankah satu kesulitan selalu diapit dua kemudahan?

Semoga orang-orang yang diuji atas imannya, selalu diberikan kekuatan untuk lulus dari ujian berat ini.

Iklan

2 thoughts on “Kematian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s