Tidak Selalu

Tidak selalu.

Aku percaya bahwa tidak setiap cinta harus dimiliki. Aku pernah mencintai seseorang. Tidak seperti kebanyakan orang, aku tidak pernah ingin memilikinya. Bagiku, cinta tidak selalu harus dimiliki.Entahlah. Hanya saja, orang yang aku cintai tersebut berhak untuk hidup bebas sebagai dirinya sendiri. Dia bebas akan memilih mencintaiku juga, atau tidak. Dia bebas akan menuju kepadaku atau justu berlawanan arah denganku. Aku tidak pernah tahu apa aku ada dalam salah satu impiannya atau tidak, meski dengan jelas dia ada dalam impianku. Mungkin orang sepertiku ada beberapa gelintir di bumi ini.

Mencintai dengan cara seperti ini kadang sangatlah menyiksa. Ada hari dimana aku ingin menemuinya, atau sekedar memandangnya dari jauh. Meski ini sulit sekali dilakukan.

Ada hari dimana aku hanya ingin menyapanya lewat media sosial. Meski aku belum bisa melakukannya sampai sekarang. Aku harus punya alasan logis untuk menyapanya. Aku harus punya urusan penting yang bisa aku tanyakan. Untuk membuat semuanya terasa biasa saja.

Aku benar-benar tidak bisa menjadi diriku saat berhadapan dengan orang yang aku cintai, aku tidak bisa melucu di depannya. Aku tiba-tiba menjadi pendiam. Aku tiba-tiba menjadi kaku.

Bila benar bahwa kita tidak selalu bisa bersama dengan orang yang kita cintai, aku hanya berdoa dia bersama dengan orang baik, melakukan hal baik dan hidup dengan baik. Itu saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s