Tujuh Tahun tanpa Matahari

“Sudah genap tujuh tahun hari ini, tujuh tahun aku tak melihat matahari.

Aku bahkan malu menemui orang-orang.

Keadaan ini yang memaksaku. Suamiku meninggal dan kini aku hidup sendirian saja. Bukan hanya itu, semenjak dokter memutuskan untuk mengambil kedua bola mataku karena tumor ganas. Lalu jika bukan pada Tuhan, kepada siapakah aku harus bergantung?”

Ini bukan fiksi, ini dunia nyata. Aku berkali-kali memejamkan mata untuk meyakinkan diri, apakah ini benar-benar mimpi?

Apa aku belum terbangun? Lalu kenapa banyak orang di mimpiku?

Terinspirasi dari kisah nyata.

Mojosari, Gunungkidul April 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s