Pak Pos dan Sebuah Pertanyaan

Sudah lama tidak mengunjungi bangunan milik pemerintah yang memiliki warna dominan oranye.

Hari ini saya memiliki alasan yang cukup kuat untuk mengunjungi tempat itu.

Saya adalah orang yang paling senang dengan kedatangan Pak Pos. Terlebih mengunjungi mereka (berlebihan ya?)

Hari ini ‘Menjadi Senja’ akan terbang ke Bali untuk ikut festifal di Ubud. Saya kirimkan melalui tangan ramah Pak Pos.

WP_20150129_09_56_50_Pro

Ini adalah festifal sekaligus kompetisi yang paling ingin saya ikuti.

Buku  Menjadi Senja ini adalah alasan administratif untuk bertemu teman-teman penulis lain dari berbagai penjuru.

Alasan sebenarnya adalah saya ingin bertemu dengan kalian semua, saya ingin banyak belajar.

Jika di lakukan rangking, saya mungkin mendapat yang paling amatir.

jikalaupun tahun ini gagal, saya akan berusaha lagi tahun depan.

Bertemu penulis adalah sesuatu yang berharga menurut saya. Hingga pertanyaan sederhana Pak Pos membuat saya bingung.

Begini critanya,

“Kiriman ini isinya apa mbak?”

“Buku Pak”

“Ada yang lain?”

“Beberapa lembar kertas”

“Ada barang berharga?”

pertanyaan sesederhana ini saja aku kesulitan menjawabnya

“Menurut saya semua itu berharga pak”

Kemudian saya bertanya, “Apa definisi barang berharga menurut Bapak?”

“Ijazah atau yang lain”

Ohh itu maksudnya, “Ini hanya lembaran cv saya”

Nampaknya saya memiliki pandangan yang berbeda tentang sesuatu yang berharga.

Sebuah buku bisa jadi barang yang sangat berharga menurut saya.

Namun jika orang lain menemukannya di jalan, mungkin ia tak akan memungutnya.

29 Januari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s