kapal

Sebuah kapal.

Aku menemukan sebuah kapal. Cukup kuat, cukup luas, dan cukup untuk mengarumi sebuah samudra.

Aku yang pertama menemukannya, tapi bukan berarti aku dapat menjadikanya milikku.

Ada seseorang yang menginginkan kapal itu juga.

Aku tak ingin memberikannya, tapi ketika ia menangis di depanku, aku berubah pikiran.

Aku langsung memberikannya.

Padahal aku sangat menyukai kapal itu-lengkap dengan bagian-bagain yang ada di dalamnya.

.

Hingga aku singgah pada sebuah tempat, aku menemukan kapal baru. Entahlah, kapal itu milik siapa sebelumnya. Aku ingin tidak peduli, tidak mau mencari tahu. Tapi toh akhirnya aku peduli pada kapal itu. Aku memperbaikinya. Memberinya nama, dan menganggapnya milikku. Aku memiliki kapal itu-sebagai orang terakhir. Meski aku tak tahu kedepanya, apa kapal itu cukup kuat untuk berlayar, ia hanya kapal layar. Tak seperti kapal sebelumnya. Tapi toh kapal sebelumnya sudah aku berikan pada orang lain.

049

Meski aku takut akan ada orang yang datang padaku-menangis-lalu meminta kapal ini-seperti dulu lagi.

Ini milikku-bolehkah aku tidak memberikannya pada orang lain?

Tidak semua pertanyaan harus dijawab. Ibu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s