Kisah Landak di Musim Dingin

Tak sengaja betemu dengan si Putih ini…
Photo0565

Ada yang belum tahu landak?
Pernah dengar istilah “dilema landak?”
Atau dalam bahasa Inggris sering disebut the hedgehog dilemma, atau the porcupine dilemma?

Itu analogi yang digunakan seorang filsuf bernama Arthur Scopenhauer-yang hidup di abad XIX-untuk menggambarkan hubungan kedekatan manusia.

Pertanyaannya adalah apa hubunganya manusia dengan Landak?

Menurut Sang Filsuf, manusia hidup seperti Landak di musim dingin.

Sang Filsuf menulis seperti ini :

A troop of porcupines is milling about on a cold winter’s day. In order to keep from freezing, the animals move closer together. Just as they are close enough to huddle, however, they start to poke each other with their quills. In order to stop the pain, they spread out, lose the advantage of commingling, and again begin to shiver. This sends them back in search of one and other, and the cycle repeats as the struggle to find a comfortable distance between entanglement and freezing.

“Sekelompok landak sedang berkumpul pada satu hari di musim dingin yang beku. Agar tak mati membeku, mereka saling mendekat. Begitu saling berdekatan, mereka mulai saling menusuk dengan bulu mereka (yang tajam). Untuk menghindari rasa sakit, mereka memisahkan diri, kehilangan kehangatan dan mulai menggigil kedinginan lagi. Mereka saling mendekat lagi, terluka lagi, menjauh lagi. Begitu seterusnya, sampai mereka menemukan jarak yang nyaman antara tertusuk dan kedinginan”

Seringkali aku berfikir kenapa ada orang yang bisa bertahan hidup bertahun-tahun bersama orang-orang yang sering melukai hatinya. Kenapa banyak perempuan diperlakukan kasar, namun memilih diam saja. Padahal saya sangat tahu, mereka bisa meninggalkannya sewaktu-waktu. Kapanpun ia mau.
Tapi ternyata memang beginilah kenyataan sebuah kebersamaan. Ada banyak hal yang belum saya pahami dan ketahui. Yang tidak diajarkan di bangku sekolah.

 

Pernah punya sahabat akrab?
Aku yakin sedikit banyak dia pernah melukai hatimu.
Pernah bertemu orang-orang baru, yang sama sekali tidak kamu kenal?
Aku yakin mereka tidak pernah melukaimu.
Tapi pertanyaannya adalah…
Kenapa kamu lebih nyaman bersama mereka-yang sering melukaimu?
Apa rasa sakit itu telah membuatmu menjadi kecanduan?
Atau
Saking seringnya, kamu menjadi terbisa?
dan kamu lupa bedanya rasa sakit dan tidak

Jawabannya ada dalam dirimu sendiri..
kenapa kamu masih ingin bersama
kenapa kamu memiliki persediaan maaf yang begitu banyak?
bahkan sebelum aku memintanya

kebersamaan manusia sama seperti kebersamaan landak di musim dingin
landak dingin
kita tahu,
jika kita bersama, berdekatan, kita akan saling melukai,
tapi..
jika kita menjauh terlalu lama..
kita akan mati kedinginan
mati kesepian

maka aku juga membutuhkan kalian
kita hanya perlu saling memahami
kapan kita harus menjauh dan berdekatan
menemukan jarak yang nyaman
agar kita bisa melanjutkan kehidupan selanjutnya
bersama-sama

1 Juli 2014

Iklan

5 thoughts on “Kisah Landak di Musim Dingin

  1. ih si embak update bgt, ini sengaja blm saya share fb, krna selese jam 12an.
    makasih mb, tp bener bgt kan, orang yg paling mungkin melukai kita, adalah orang yang kita kenal.
    tapi mereka punya persediaan maaf yang banyak. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s