Jika Istrimu Seorang Anak ‘Rumahan’  

Entahlah bagaimana kamu nantinya akan menemukanku. Karena aku lebih sering berada di rumah. Aku beruntung memiliki kedua orang tua yang sangat sayang padaku. Entahlah, apa penyebab mereka sering membatasiku untuk berpergian. Karena aku ini anak perempuan atau ada sebab lain. Kakak dan adik laki-lakiku tak pernah di perlakukan sama denganku. Mereka menjagaku agar seminimal mungkin keluar rumah.

Jika bertemu denganmu untuk pertama kalinya, mungkin aku tidak akan langsung percaya padamu. Ayahku mengajarkan untuk tidak mudah percaya pada laki-laki. Mungkin karena berbagai berita kejahatan yang ada di koran. Karena setiap pagi beliau membaca koran, hingga akhirnya sedikit ketakutan dengan keadaanku.

Tinggal di kota yang memiliki banyak tempat indah untuk di kunjungi, namun banyak tempat yang aku tak tahu, aku belum pernah ke sana, bahkan setelah 21 tahun tinggal di kota ini.

Untungnya, di masa kuliah aktif di organisasi, membuatku dapat mengujungi beberapa tempat indah. Meskipun untuk hal-hal tertentu aku akan merengek-rengek meminta ijin. Namun jika tidak mendapatkannya, tentunya aku tak berani melawan mereka.

Menjadi anak rumahan membuatku aktif di media sosial, namun aku tetap bisa melakukan banyak hal positif. Bertemu berbagai komunitas di media sosial hingga berbagai tokoh.

1600flowers_2011

Di mata teman-teman nampaknya aku dipandang sebagai seorang yang konservatif. Ini wajar, mengingat untuk melakukan sesuatu, aku akan berpikir lebih dulu, apakah orang tuaku akan senang atau tidak. Sedikit banyak, aku memang sangat hati-hati dalam mengambil keputusan.

Aku lumayan memiliki banyak teman. Aku selalu menanyai mereka dan aku akan menyimak dengan sungguh-sungguh. Taukah kalian, ketika kalian bercerita tentang indahnya pemandangan di puncak gunung. Sungguh aku sangat ingin pergi kesana, mendaki hingga aku merasa lebih tinggi dari awan. Aku tidak pernah takut melakukannya, hanya saja aku belum bisa meyakinkan orang tuaku.

Taukah kalian, ketika kalian bercerita tentang pergi kkn di desa terpencil, di sana ada air terjun yang indah, ada pantai yang airnya begitu biru di tambah terumbu karang yang luar biasa. Aku juga ingin pergi kesana, aku tidak pernah takut untuk tinggal di desa tanpa listrik, tapi orang tuaku sangat mengkhawatirkanku.

Taukah kalian, saat kalian bercerita tentang kuda-kuda di Sumbawa, aku sangat ingin melihatnya langsung, menyentuhnya bahkan aku ingin menaikinya.

Ya. Kalian membuatku iri. Aku berharap bisa melakukannya juga, denganmu suatu hari nanti.

Sekali lagi aku tidak tahu bagaimana caramu menemukanku. Bagaimana cara kita bertemu nanti aku serahkan semua pada Allah saja.

Saat menjadi suamiku nanti, jangan kaget jika aku meminta – kita pergi ke tempat ini dan itu. Aku akan banyak bertanya padamu tentang tempat ini dan itu.

Karena aku sudah lama memendam keinginan ini. Mungkin aku akan memintamu untuk pergi ke sebuah pantai berdua saja. Aku lebih suka pergi ke alam terbuka daripada makan malam di restoran di tengah kota. Karena aku sangat suka dengan alam. Kau tak perlu memikirkan bagaimana caramu mengajakku. Cukup dengan satu motor dan aku akan membonceng di belakangmu. Lalu kita berhenti di saat hujan turun. Atau kita pergi bersama dengan kereta, bis atau apa sajalah, asal bersamamu. Dan aku akan menceritakan betapa aku kagum dengan dunia luar, tempat yang sudah kita kunjungi dan perasaan bahagiaku bisa pergi denganmu. Dan tak lupa, dengan kemampuanku yang seadanya, aku akan buatkan bekal untuk kita berdua.

Aku rasa kamu tidak perlu meragukan bagaimana aku akan berbakti padamu dan orang tuamu, aku akan berusaha untuk berbakti dan menuruti perkataannmu. Seperti yang kulakukan pada orang tuaku. Sampaikanlah apa yang menjadi keinginanmu dan aku akan berusaha yang terbaik. Aku ingin kita bisa bersama-sama berdiskusi untuk merencanakan episode selanjutnya di kehidupan kita.

Aku mungkin lebih akrab dengan orang tuamu daripada kamu dengan mereka. Karena kami mungkin akan memiliki sudut pandang yang sama. Jadi kamu tidak perlu khawatir jika aku harus tinggal bersama mereka.

Aku mungkin akan banyak bertanya mengenai cara orang tuamu mendidikmu. Aku ingin anak-anak kita menjadi anak-anak yang berani menghadapi dunia, menjadi petualang sepertimu, mencintai alam sepertiku, dan menjadi anak berbakti pada kita. Yang paling penting menjadi anak yang baik agamanya. Kelak ketika mereka mulai dewasa, aku tidak sabar untuk mendengar cerita-cerita mereka tentang menaklukan dunia.

 

Jika istrimu seorang anak ‘rumahan’, ajaklah dia melihat dunia sesekali, dengan itu ia akan sangat bahagia telah memilihmu sebagai teman hidupnya. Sebagai balasan untuknya karena ia akan menjaga rumah, harta dan anak-anakmu dengan baik. Dia juga akan menunggumu dengan setia di rumah.

@nickvanjava

Iklan

3 thoughts on “Jika Istrimu Seorang Anak ‘Rumahan’  

  1. Terimakasih atas tulisan ini, karena sebagian besar mewakili perasaan ku, aku sama sprti kk seorang anak rumahan, sbnarnya ortu aku tidak pernah melarang aku berpegian tapi abah aku selalu bilang ” kalau menurut kamu banyak baiknya silahkan pergi, tpi jika tidak mending dirumah, walau di rumah hanya nonton tv atau tidur”. Aku ingin sekali mendaki gunung tapi aku gak berani menuju tempat sebelum berjalan kaki mendaki, sebelum yg jalan kaki itu harus pakai motor, krna menuju ke sana aku tidak berani bawa motor, dan aku gak mau di bonceng oleh teman lelaki, krena aku mau suami ku nanti adalah yg pertama semuanya termasuk yg membonceng ku :).

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s