Dokter Untuk Merawat Dunia Yang Sedang Rusak #1

Selamat malam semuanya. Malam ini saya akan menulis serius. 😀

Sebagai seorang awam terhadap ilmu bisnis, apa presepsi Anda jika mendengar kata rugi ?

      JELEK KAH? BURUK ? ATAU MANAJEMEN YANG BODOH ?

Oke, begitulah pandangan yang berkembang di masyarakat. Yang perlu kita luruskan adalah pandangan dari rugi ini dulu.

Jika kalian memandang dan langsung memberikan judgement atau penilaian bahwa rugi itu jelek, Anda harus memahami dari mana laba atau rugi berasal.

Pendapatan dikurangi Biaya/Beban akan menghasikan laba atau rugi.

Lalu apa saja komponen biaya? Biaya administrasi, sewa, asuransi, harga pokok produksi, dan masih banyak lagi biaya yang lain. Yang akan saya soroti adalah biaya Gaji karyawan.

Dalam penyajian laporan keuangan biaya gaji dan karyawan ini masuk dalam kelompok biaya yang di gabung dengan biaya lain.

Masalahnya adalah dari laporan laba rugi tidak dapat diketahui berapa perusahaan membayar karyawannya, buruhnya dan pegawai yang lain. Hal ini membuat keuntungan dari sisi pemilik modal. Namun bagi karyawan/ buruh laporan ini merupakan bentuk dari tidak transparasi perusahaan. Jika buruh mengetahui berapa prosentase upah yang ia terima di bandingkan dengan laba yang di dapat perusahaan tentunya hal ini akan memicu kemarahan dan mogok kerja dari buruh.

Dari uraian di atas adalah rugi belum tentu buruk. Bisa jadi karena perusahaan sangat menyejahterakan karyawannya. Peduli pada lingkungan dan memberikan bantuan pada masyarakat sekitar.

Begitu sebaliknya, untung belum tentu baik. Kenapa?

Perusahaan yang untungnya besar bisa di dapat dengan menekan biaya serendah-rendahnya. Memperkecil biaya gaji karyawan, mengurangi kulaitas produk, bahkan melakukan penjualan fikif. Banyak kasus perusahaan yang tidak bertanggungjawab terhadap kelestarian lingkungan bahkan merusaknya. Poinnya adalah pada gaji karyawan. Bagaimana di Indonesia ?

Fenomena demo buruh besar-besaran yang kerap terjadi, keinginan mereka adalah gaji naik, dan dihapuskannya outsourcing.

Dengan mempekerjakan karyawan outsourcing banyak manfaat yang akan di dapat perusahaan dan sekaligus menyiksa karyawan.

Pertama, perusahaan tidak wajib memberikan pesangon jika berhenti.Kedua, perusahaan tidak wajib memberikan jaminan/asuransi seperti karyawan tetap.

Ketiga, mereka bekerja berdasar kontrak, sewaktu-waktu mereka bisa di berhentikan dengan alasan performa yang kurang baik.

Coba bayangkan risiko yang di  hadapi oleh karyawan lepas.

Bagi perusahaan, menggunakan sistem outsourcing akan sangat menekan biaya. Murah sih, tapi mau?

Ini inti pertemuan pertama mata kuliah Akuntansi Pemerintahan Indonesia oleh Pak Revrisond Baswir.

Saya ingin menjadi bagian sebagai dokter untuk merawat dunia yang sedang rusak. Rusak karena manusia tidak lagi merasakan arti kehidupan yang sebenarnya. Kini semuanya memiliki ukuran keuangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s