cita-cita ?

Sebagai seorang perempuan yang cukup mengenyam pendidikan saya pernah sangat ingin menjadi wanita karir.

Memakai blazer, rok pendek, jam tangan dan hak tinggi dengan rambut terurai. Bekerja di belakang komputer, melakukan presentasi di depan banyak orang, dan menjalin kerja sama dengan banyak pihak. Bertemu orang-orang penting dan melakukan rapat.

Namun, sekali lagi Tuhan menentukan jalan untuk hambanya. Hingga seiring waktu berubah, aku memiliki perubahan cita-cita.

Pernah pengen banget jadi polwan, gara-gara sekolah di TK bayangkari. Truss setelah SD-SMP berubah lagi menjadi seorang jurnalis dan presenter. Ini juga gara-gara nge-fans dengan Nirina Zubir. Sampe-sampe dulu aku ikutin gaya rambutnya juga.

Hingga tiba masa SMA. Sekolah di tempat yang tidak aku inginkan membuat semuanya menjadi tidak menarik.

Untunglah aku punya teman sebangku yang rajin membaca. Aku sering pinjam buku dari dia, hingga lama-lama kalo nggak baca buku, rasanya aneh. Meskipun dulu hanya cerita-cerita dan komik. Hingga buku pelajaran aku lahap. Terima kasih, Ratih.

Saat kelas 2 SMA, Aku memilih masuk IPS, padahal waktu itu sudah seminggu di kelas IPA 1. Temen2 banyak di IPS, dan aku mau barengan terus sama mereka, lagi pula aku sangat mencintai ekonomi dan kawan-kawannya.

Iseng-seng aku masuk Rohis juga, haha. Dan ini mempertemukanku dengan kadep-ku sebut saja R. Kadep Humas, yaa perkerjaan pertamaku adalah nge-bagiin undangan ke kelas-kelas setiap istirahat. Aku menikmati pekerjaan ini. Proker kami juga seru-seru loh, ada membagai buka puasa di alun-alun dan lain-lain.

Kelas 2 ini aku mulai bertemu dengan jilbab. Karena efek sering mentoring sama si-Embak sebut saja N. Di rumah, aku melihat tumpukan baju-bajuku. “Kenapa kaos lengan pendek semua ya? Trus gimana caranya pake jilbab?” hatiku bicara.

Ternyata niat saja tidak cukup, akhirnya saat ulang tahunku, aku mendapat hadiah jaket yang panjang. Jaket itulah yang sering aku gunakan di awal berjilbab. Jadi celana+kaos pendek +jaket + jilbab.

Masalahnya adalah ternyata saya hanya punya jilbab sekolah warna putih dan beberapa dirumah, dengan warna hitam dan merah. Dua jilbab itu menemani saya hingga kelas 3.

Singkat cerita dengan proses belajar terus menerus, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan studi di ekonomi. Untuk menjaga kekuatan imanku yang baru, aku bergabung dengan teman-teman di JMME. Hingga kini ada di posisi ini. Kepala Departemen Kemuslimahan. (Tulisan ini dibuat saat aku masih menjabat, sekarang sudah pensiun)

Dari berbagai kajian yang aku ikuti, aku paham. Perempuan itu penting, tapi posisinya lebih utama jadi seorang Ibu.Menjadi pendukung seperti layaknya akar. Anak dan suami adalah pohon dan buahnya. Mereka akan terlihat baik, sholeh/ah bila akarnya kuat.

Entahlah saat ini apa cita-citaku.

Iklan

2 thoughts on “cita-cita ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s