Al qur’an dan Akuntansi

Aku adalah seorang mahasiswi yang akan masuk semester lima. Sudah banyak mengikuti berbagai seminar yang ada. Baik gratis sampai berbayar. Dari sekian banyak seminar, saya rasa semuanya menarik. Ada yang memberikan semianr kit gratis, snack, makan siang bahkan buku gratis.

Nah aku mau sharing seminar hari ini, sebenarnya lebih tepatnya bedah buku sih. Bukunya berjudul “Al Qur’an dan Akuntansi, Menggugah Pikiran Mengetuk Relung Qalbu” kaya dosen FEB UGM Bapak Sony Warsono.

Bedah buku ini menarik karena ini berbeda dari buku-buku akuntansi syariah yang pernah saya temui. Yaah saya cukup tau karena saya anggota sebuah organisasi yang concern mengenai ekonomi syariah/ ekonomi islam.

Di awal moderator Mas Zaky menyampaikan latar belakang pendidikan Bapak Sony yang beragam. Bahkan pernah sekolah di sekolah Katolik. Tentunya hal ini menjadi menarik dari segi penulisnya sendiri.

 

Ada beberapa yang ingin saya tuliskan disini.

Pertama, Luca Pacioli. Selama ini pembelajaran pada tingkat sekolah menengah diajarkan bahwa beialu adalah penemu pencatatan akuntansi. Namun dalam teorinya tidak di jelaskan dari manakah mekanisme debet dan kredit ini berasal. Hingga beberpa tahun setelah beliau meninggal, ke-aslian karyanya dipertanyakan berbagai pihak.

Hal ini yang menjadi pertanyaan, Mengapa mekanisme pencatatan ini begitu indah? hingga dari dulu sampai sekarang masih terus digunakan. Pasti ada teori yang mendasari hal ini.

Kita semua ingat bahwa islam telah ada pencatatan sejak jaman Rasulullah saw, meninggat dulu pernah ada BMT, serta mekanisme perhitungan zakat dari perdagangan. Nah, hal ini kita hubungkan dengan ayat 282 Surat Al Baqarah mengenai perintah perncatatan untuk hutang-piutang atau jual beli secara kredit.

Selama ini sebagai mahasiswi akuntansi yang juga seorang muslim, saya meyakini itu adalah ayat untuk akuntansi. ternyata menurut Quraish Shihab, ayat tersebut merupakan ayat untuk notaris.

Dalam Al qur’an telah dijelasakan bahwa penciptaan apapun itu bepasang-pasangan. Dan pasangan itu berlawanan. Apakah mekanisme debet dan kredit juga dari sini?

Dari diskusi singkat ini, jangan-jangan selama ini kita memperlajari ilmu pengetahuan yang salah. Kenapa? Karena kita hanya menerima saja, tanpa pernah memikirnya keasliannya. Ternyata orang lain mampu melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain, yang mungkin saja itu yang benar.

 

Kedua, hanya orang yang hatinya bersih yang mampu menafsirkan dan mentaddaburi Al-qur’an. Bisa jadi dulu Khawārizmī sebagai ahli matematika dan ahli kitab yang membuatnya. Hingga kini digunakan. Namun, karena bukti yang hilang, hingga karyanya ditulis ulang seorang Luca Pacioli.

Dalam Al-qur’an sendiri sangat dekat dengan matematika dan aljabar. Seperti disebut dengan kata seimbang, adil, ukuran, dan perhitungan. Untuk lebih jelasnya baca bukunya yaa.

 

Ketiga, akuntansi islam terdapat perbedaan dalam konsep harta. Seperti zakat dan pengeuaran untuk gaji merupakan harta kita yang sebenarnya. Karena itu akan memberikan manfaat di hari akhir nanti, yang Allah lipatkan menjadi 700 kali lipat. Subhanallah.

Sementara dalam akuntansi saat ini, pengeuaran disebut dengan beban sehingga banyak orang menghindari dan berupaya untuk memperkecil hal itu. telah di jelasakan bahwa akan ada orang yang suka menimbun harta dan menghitung-hitungya, sesungguhnya hal itu tidak akan memberikan manfaat untuk dirinya.
    
  Di buku ini di akhir pada tiap bab terdapat untuk kita reningkan, hal ini menambah point plus buku ini kalo kata Pak Dr. Muhammad Akhyar Adnan, MBA., Ak, selaku pembedah bersama Pak Yusuf Wibisana.

Oke, sekian. Semoga menginpirasi untuk teman-teman untuk selalu mengkritisi apa yang telah kita terima. Tentu saja dengan Al qur’an dan As Sunnah. Karena dalam Al qur’an, tidak ada keraguan padanya. Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s