Maaf untuk Masa Depan

Pernahkan Anda berpuasa? Atau setidaknya seharian tidak minum? Ya.. begitulah yang terbesit di benak saya tentang masa depan. Ketersediaan air jernih yang semakin berkurang di dunia ini sepertinya harus diperhatikan lebih serius lagi. Karena semua makhuk hidup membutuhkan air, terutama kita manusia.

Kegiatan wajib manusia ? Makan, minum, mandi, mencuci? Bukankah semua hal itu membutuhkan air? Tentunta banyak lagi aktivitas manusia yang tidak bias berjalan akibat kekurangan air. Tapi, apakah air akn terus ada(dalam arti air yang ada dapat mencukupi kebutuhan manusia) ?
Ini adalah surat sebagai wujud kepedulian saya terhadap manusia di masa depan..

Teruntuk manusia di tahun 2070
Jika kamu manusia yang hidup di tahun 2070, aku ingin meminta maaf padamu.
Aku adalah manusia yang tinggal di tahun 2011.
Saat ini hutan-hutan tempat menyimpan air mulai ditebangi tanpa ditanami lagi. Aku tahu akibanya akan menimpa kalian yang ada di masa depan. Aku tahu ketersediaan air akan berkurang, keragaman spesies tanaman maupun hewan akan berkurang mugkin bahkan punah.

Saat aku duduk di bangku SMA, guruku juga memberikan pelajarang tentang cinta lingkungan. Materi itu mempelajari tentang menjaga hutan, air, dan cara menjaga agar lingkungan tidak tercemar. Namun sayangnya, kebanyakan dari kami hanya mengerti teorinya saja.

Sekali lagi maaf…
Walau aku tahu kata maafku ini tidak berarti apa-apa untuk kalian.
Setelah kami lulus, kami juga harus mencukupi kehidupan ekonomi keluarga kami. Kami menebang hutan sembarangan, bahkan kami membakar hutan. Kami mencemari sungai dengan membuang sampah di sungai, lama-lama sungai mengalami pendangkalan, semua itu karna kami, hingga kalian sulit mendapat air bersih.

Aku masih ingat tentang senangnya bermain-main di tengah hujan. ..
aku pernah mendapat materi tentang hujan asam, jika kalian mengalaminya, aku hanya bias turut prihatin…, Dulu saat aku sekolah, aku memang sering mengeluh apabila hujan datang, mungkin Tuhan marah dengan kami, sehingga tidak menurunkannya lagi…

Apakah kalian pernah melihat taman bunga yang indah? Aku dulu memiliki taman bunga di depan rumahku… jadi siang hari rasanya sejuk dan rindang..
Aku mengerti dengan keterbatasan air yang ada, di masa mendatang memelihara satu tangkai mawar akan sangat mahal harganya.

Aku juga ingat ketika ayahku mengingatkanku saat aku menyirami bunga berlebihan…
“Jangan boros menggunakan AIR” aku tertawa. Dan aku menyesal jika ternyata air itu bias habis.

Setahuku air tidak akan pernah habis.., kan ada hujan, ada matahari, aku pikir jika masih ada dua hal itu, Tuhan akan selalu memberikan air…
Tapi ternyata pohon juga mempengaruhi tersediannya air tanah..
Aku tidak ingin air habis, aku tidak ingin hal buruk terjadi di masa depan karena terbatasnya air.

Tuhan… aku butuh air, kita semua butuh air, sumber kehidupan bagi kami adalah matahari dan air, kalau dua hal itu tidak ada lagi…kami bias mati …,
Tuhan kami minta maaf karna tidak pernah bersyukur tentang hujan,tentang air yang mencukupi kebutuhan kami..

Kami memang pernah menmpelajari tentang hujan, tapi kami tidak bisa membuat hujan tanpa air..,hanya Kau yang membuat proses alam ini menjadi seimbang, tolonglah penerus kami ..,
Aku berharap surat ini tidak terwujud. Tapi jika terus-terusan dilakukan eksploitasi yang tidak bertanggung jawab terhadap air, bukankah kemungkinan masa depan akan menjadi buruk .

Aku ingin meyakinkan seluruh manusia di Bumi ini untuk menyelamatkan planet Bumi ini .
NB : Tulisan ini dibuat saat SMA sekitar tahun 2010 saat mengikuti lomba bertemakan air dan kehidupanku.

Iklan

2 thoughts on “Maaf untuk Masa Depan

  1. Teruntuk manusia yang hidup ditahun 2011: Ya.. itu memang salah kalian, terlalu banyak teori namun kecil dalam prakteknya. Lalu, sebenarnya apa yang kalian lakukan ketika bersekolah?
    Kalian tak usah khawatir, dimasaku.. teknologi semakin canggih. Bahkan dimasamu air laut bisa kalian olah menjadi air untuk keperluan sehari-hari, kan?
    Kalian tak usah was-was kami akan kehabisan air, dimasaku laut akan pasang karena lelehan es kutub.

    Kesan pertama baca judulnya aku kira mau ngomongin tentang pendidikan. Ternyata lomba yang dulu itu to.

    Suka

  2. *malu deh ketauan ifa* iyaa… memang teknologi akan semakin maju, tapi apakah akan terus ada peningkatan kualitas lingkungan? Aku sih memandang kalo sekarang banyak yang mencemari lingkungan. Sehingga jadilah tulisan ini. Walaupun nggak menang tapi setidaknya orang lain bisa membaca argumenku he he

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s