untuk seluruh Ibu Kartini di Indonesia

21 April 2012. Sebagai wanita yang hidup di jaman ini, tentunya kita sangat berterimakasih terhadap perjuangan R.A Kartini. Dulu banyak yang tidak percaya kemampuan wanita. Banyak yang menyepelekan, memandang sebelah mata, bahkan merendahkan martabat wanita.

Sepertinya semuanya sudah begitu jelas. Kaum wanita semakin lama, semakin banyak yang setara bahkan lebih baik dari kaum laki-laki dalam berbagai bidang. Berapa jumlah wanita yang menmpuh pendidikan tinggi saat ini? Berapa wanita yang menjadi pengusaha besar?
Banyak wanita menjadi lebih mandiri, baik dalam hal financial maupun keseharian. Saat ini bisa di bilang, semua pekerjaan bisa dilakukan oleh wanita.
Entah anugrah apa yang Tuhan berikan pada wanita. Beberapa wanita mengerjakan pekerjaan yang sangat berat, seperti menjadi kuli di pasar, tukang angkat batu, dan pekerjaan bangunan lain. Kesetaraan memang sangat komplek. Tugas yang di emban seorang wanita menjadi lebih berat. Mereka bekerja, namun tetap harus mengurus rumah tangga. Itulah wanita-wanita tegar.
Terkadang mungkin lelah dan capai dengan semua ini, tapi mereka menginggat senyum anak mereka di sekolah. Kemudian bangkit lagi.
Terkadang kaum Ibu terpaksa bekerja lebih keras karena tuntutan keadaan. Keadaan ekonomi yang kurang, atau karena sang Ayah sebagai pencari nafkah sakit. Demi melihat anak-anak tersenyum di sekolah, demi keluarganya mereka selalu melakukan yang terbaik . Mereka selalu iklhas dan tak mengeluh.
Untuk seluruh Ibu Kartini yang ada di saat ini, teruslah berjuang. Bahwa kalianlah yang menjadi tulang punggung bangsa ini. Kalian adalah malaikat Tuhan yang selalu menganyomi hati anak-anakmu.
Untuk Ibuku tersayang, untuk guruku, dan untuk semua wanita hebat di Indonesia :

Walaupun mengenal kata lelah, engkau tak pernah berhenti
Walaupun mengenal kata susah, engkau tak pernah berkeluh-kesah
Walaupun mengenal kata sedih, engkau tak pernah menangis
Walaupun mengenal kata payah, engkau tak pernah menyerah

Aku tak tahu berapa cinta, keringat dan kasih sayang kalian yang telah kalian curahkan untuk kami.
Kami tak pernah menyadari betapa susahnya merawat, mendidik dan membimbing kami.
Kami hanya tenggelam merasakan indahnya kasihmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s