wulan dan lintang part 2

“Lintang.. lintang .. adikku sayang… berhentilah sebentar dik… katanya minta nasi kuning sama Bunga..” Wulan terus berkata. Sementara kuda semakin kencang saat orang Belanda mendengar jelas suara Wulan.
Akhirnya sampai di rumah orang Belanda tersebut. Wulan mengetuk pintu, memanggil-manggil Lintang, namun tidak ada jawaban. Pintunya dijaga oleh orang Belanda. Sementara tangan Lintang di ikat serta mulutnya di tutup dengan kain.
“ Lintang… lintang.. adikku sayang…, bukakan pintunya dik, ini kakak bawakan nasi kuning dan bunga sedap malam.. bukakan pintunya dikk…”
Seharian Wulan tak henti-hentinya menagis, menjerit memanggil-manggil Lintang, namun Lintang tidak juga menjawab. Dari dalam, Lintang mendengar suara kakaknya, namun lintang tidak dapat menjawab karena mulutnya ditutup dengan kain. Lintang juga tak henti-hentinya menangis. Akhirnya pada sore hari, tak terdengar lagi suara Wulan. Kemudian orang Belanda itu membuka pintu, ia menemukan Wulan tergeletak di depan rumahnya. Ternyara Wulan telah meninggal. Karena seharian ia terus menangis dan menjerit-jerit.
Setelah itu orang Belanda tersebut melepas ikatan Lintang. Lintang ditemukan dengan kakanya yang terbujur kaku. Lintang langsung menangis menjerit-jerit.
“kakak.. kak Wulan.., bangun kak.., Lintang salah.. Lintang melanggar perintah kakak.. Lintang siap dihukum apa saja kak.. Lintang tidak akan lakukan itu lagi.. tapi kakak bangun ya.. kakk.. jawab kak…” Lintang terus menangis sambil mengerak-gerakkan tubuh kakanya. Tapi semua itu sia-sia, kakaknya telah pergi.
“kak… jangan tinggalin Lintang sendiri kak.. Lintang tidak bisa hidup tanpa kakak.. kak Wulannnn………” Lintang menjerit keras, dan itu menjadi jeritan terakhir Lintang.
Setelah mereka meninggal, raga mereka menghilang. Mereka ditarik menjadi Wulan atau bulan dan Lintang. Oleh karena itu, Wulan dan lintang muncul saat sore hari, karena mereka meninggal saat sore hari. Wulan hadir lebih dulu kerena ia meninggal lebih dahulu. Cahaya Wulan dan Lintang tidak menyilaukan, membuat damai yang melihat, warnanya kuning, karena saat itu mereka membawa nasi kuning. Begitu juga degan bunga sedap malam yang mekar di sore hari. Banyak pula bunga yang mekar saat Wulan dan Lintang muncul, karena cahanya menyejukkan. Begitulah terjadinya Wulan atau Bulan, dan Lintang.
****
begitu banyak orang yang sangat menyanyangi keluargannya. Sangat sayang pada keluarganya. tentunya kita harus membuat setiap eaktu bersama mereka menjadi lebih berarti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s