wulan dan lintang part 1

Dahulu kala saat jaman penjajahan Belanda, hidup dua orang perempuan cantik. Mereka adalah kakak beradik. Kakaknya bernama Wulan dan adiknya bernama Lintang. Wulan dan Lintang adalah yatim piatu. Untuk mencukupi kehidupannya mereka memelihara ayam, jadi sewaktu mereka membutuhkan uang untuk membeli makanan mereka menjual ayam ke pasar. Begitulah cara mereka agar bisa terus bertahan hidup.
Suatu hari, beras di rumah mereka habis. Wulan akan menjual ayam ke pasar, namun ia sangat khawatir meninggalkan adiknya sendiri, karena adiknya adalah orang yang sangat polos. Karena pada saat penjajahan Belanda, banyak perempuan cantik sering dijadikan selir petinggi orang Belanda. Dan orang Belanda di Indonesia memiliki lebih dari dua istri.
Sore harinya Wulan berpesan pada adiknya,
“Lintang adikku sayang, kemari nak..,”
“iya kak… ada apa?”
“Beras dirumah habis, besok kakak mau ke pasar menjual ayam, kamu mau minta oleh-oleh apa? ”
“Aku minta nasi kuning dan bunga sedap malam”
“Tapi ada syaratnya”
“Apa syaratnya kak?”
“Pokoknya selama kakak pergi, Lintang harus di dalam rumah! Dan jangan buka pintunya sebelum kakak pulang.”
“iya kak… lintang mengerti..”
“ oh ya.., kakak besok berangkat pagi-pagi sekali, jadi kalau lintang bangun kakak tidak ada, kakak sudah berangkat, jangan lupa kunci pintunya ya..”
“baik kak..”
Pagi-pagi buta Wulan berangkat ke pasar dengan membawa ayam dan obor untuk menerangi jalan. Sementara itu di rumah, waktu menunjukkan pukul 8, dan Lintang tidak tampak keluar rumah. Sekar, tetangga heran dengan hal tersebut.
“Linn… lintanggg…., jam 8 kok belum bangun..”
“Aku sudah bangun kok, tapi aku tidak boleh keluar sama kakakku”
“ohhh… sudah bangun rupanya, aku mau ajak kamu main, ayo main”
“sekar.., kita mainnya setelah kakakku pulang saja ya..”
“kalau nunggu kakakmu nanti kelamaan, ayolah kita cuma main di depan rumahmu kok”
“kalau kakakku tahu, nanti dia marah, tunggu sebentar lagi deh..”
“ayolah linnn.., sebentar saja, kita main di depan sini saja kok.. sambil memetik buah Kresen”
“emmm… tapi sebentar saja ya..”
Setelah dirayu-rayu oleh Sekar, Lintang akhirnya keluar. Mereka bermain di bawah pohon kresen sambil memetik buah Kresen yang ada di depan rumah Lintang.
Tak selang lama, terdengar suara kuda berjalan. Sekar langsung lari masuk rumahnya, ia meninggalkan Lintang. Sementara Lintang yang sangat polos tidak beranjak sedikitpun. Ternyata datang orang Belanda yang naik kuda.
Melihat kecantikan Lintang, orang Belanda itu menghentikan kudanya, lalu mengajak Lintang bersamanya. Lintang menolak dan mengatakan bahwa ia sedang menunggu kakaknya, namun orang belanda itu berkata bahwa ia akan mengantarkan lintang kepada kakaknya. Akhirnya Lintang dibawa oleh orang Belanda tersebut. Sekar masih mengintai dari rumahnya, namun ia tidak membantu apa-apa.
Sesaat kemudian Wulan datang membawa beras & nasi kuning serta Bunga sedap malam. Wulan langsung mengetuk pintu rumahnya.
“Lintang….lintang adikku sayang, buka pintunya, kakak sudah pulang, ini kakak bawakan nasi kuning dan bunga kesukaanmu…, liiinnnn, liiinnntanggg…”. Karena tidak mendengar suara Lintang, lalu Wulan membuka pintu, dan ternyata pintunya tidak dikunci. Wulan mencari Lintang, namun Lintang tidak ada dirumah. Kemudian Wulan menanyakan ke tetangganya, yaitu Sekar.
“Sekar, apa Lintang ada di rumahmu?”
“Lintang tadi dibawa orang Belanda naik kuda ke arah sana…” jawab Sekar sambil menunjuk.
“Yaammpunnn Linntang.., kenapa kamu tidak menurut kata-kata kakak, kenapa kamu keluar rumah..”
Kemudian, beras yang dibawa Wulan langsung di jatuhkan, namun ia tetap membawa nasi kuning dan bunga sedap malam pesanan Lintang. Wulan menangis dan berlari ke arah yang ditunjukkan Sekar tadi.
Ketika berlari, akhirnya Wulan melihat kuda yang dinaiki Lintang.
“Lintang… Lintang… berhentilah sebentar … ”
“berhenti disini.., saya mau ketemu kak Wulan. “ kata Lintang.
Walaupun lintang terus meminta untuk berhenti, namun orang Belanda tersebut tak menghiraukannya. Mengetahui seorang wanita yang memanggil-manggil lintang itu adalah kakaknya, maka orang Belanda tersebut justru mempercepat dalam membawa kudanya berlari.

Iklan

2 thoughts on “wulan dan lintang part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s