Mimpiku Menjadi Orang Sukses

Hidup itu yang penting cukup. Cukup punya mobil satu. Cukup punya rumah mewah satu. Punya sejumlah deposito di bank. Dan cukup punya satu keluarga yang bahagia. Itukah yang diinginkan manusia sebagai homo economicus? Itukah tolok ukur orang sukses?

Eh stop sampai disini dulu. Sah-sah saja bila kita punya mimpi tinggi. Banyak orang sukses berawal dari mimpi bukan ? Sekarang Bagaimana mewujudkan mimpi-mimpi itu?

Tentu kalian sudah hafal dengan jawabannya, yap dengan kerja keras, belajar & tidak pantang menyerah. Saya rasa itu hal umum yang tidak perlu kita bahas lagi. Yang paling penting dalam suatu perjalanan hidup adalah sebuah proses bukan suatu pencapaian. Tapi banyak orang melupakan hal itu.

Banyak orang menginginkan kesuksesan orang lain, tapi mereka tak pernah mau melihat bagaimanakah prosesnya?

Ya… orang suskes dapat tinggal dirumah dan tetap mendapat gaji setiap bulanya, dapat pergi berwisata ke luar negri, bersenang-senang, nyaman saat pergi kemanapun, punya mobil mewah, tabungan banyak, dihormati orang lain, dapat membeli semua yang kita inginkan.

“Proses yaitu memulai dari awal, GAGAL meyakinkan orang lain, GAGAL memikirkan perencanaan,GAGAL  mengambil peluang lain, memilih, GAGAL,  memutuskan,  berani menanggung resiko, GAGAL , memulai semua dari awal lagi,GAGAL , menemukan inovasi, percaya diri, dan akhirnya berhasil. Begitulah sebuah proses,.., akan lebih banyak kegagalan yang kau temui anakku…” begitah kata orang tuaku.

Saat mereka tahu bagaimana proses menjadi sukses itu…, banyak orang yang tidak ingin mengikuti proses yang memang tidak mudah. Lalu mereka memilih jalan cepat dan kotor, karena memang tujuan mereka hanya satu, yaitu sukses.

Tujuan manusia diciptakan di dunia ialah menyembah-Nya. Jadi sebaiknya kita juga memikirkan satu juta kali sebelum memilih cara kotor. Sukses dengan cara kotor itu bukan hanya menimbulkan dosa bagi kita, tapi merugikan orang lain, medzalimi hak mereka yang bersangkutan. Betapa jahatnya seseorang yang berfikir “aku tidak akan kaya jika tidak menggelapkan uang ini” . Ingatlah, bahwa semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. Dan yakinlah kamu selalu punya pilihan untuk menjadi baik.

Saat kamu merasa kurang, selalu syukuri apapun yang kita miliki, walaupun kamu hanya punya rumah kecil,

Tanamkanlah pada jiwa-jiwa muda itu  “AKU AKAN BERHASIL DI DUNIA INI DENGAN CARA YANG BAIK, ATAU AKU GAGAL

Tuliskanlah pada hati-hati yang masih putih itu….

“anakku, saat mengejar mimpimu, aku pastikan akan ada saat sulit, akan ada ribuan hambatan dan berjuta rintangan yang menjauhkanmu dari mimpi itu, namun jangan pernah memilih cara kotor untuk menang”

Andai kata-kata itu tertanam pada semua jiwa-jiwa di  Indonesia, saya yakin Indonesia akan dipenuhi orang sukses yang ber-akhlak mulia. Saya pastikan Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju. Karena akhlak itu lebih penting dari pada ilmu.

Seorang pemimpin yang tidak berilmu, namun dia memiliki akhlak mulia, dia tidak akan pernah  berbuat kotor, karena dasar hidupnya hanya menyembah-Nya. Berbeda bila seorang pemimpin yang memiliki ilmu tinggi, namun akhlaknya nol, itu sama saja menyembunyikan anak ayam di kandang serigala.

Begitulah ketika kesuksesan dijadikan menjadi tujuan utama dalam mimpi kita. Ingatlah kesuksesan dan kebahagiaan yang hakiki bukan dengan mobil, rumah,kekuasaan,jabatan,pekerjaan, uang!

Kesuksesan itu ada di dalam ketaqwaan, dan kebahagiaan akan di dapat bila hati kita senantiasa mengingat-NYA, karena itu semua membuat hati kita selalu tenang.

Jiwa-jiwa muda…, jadilah orang sukses, seperti mimpimu,seperti yang Dia harapkan, kejarlah mimpimu walau itu tidaklah mudah.

Semoga Indonesia menjadi lebih baik dengan mengubah diri kita masing-masing.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s