satu part 1

Hatiku gelisah memikirkan kata-kata Bapak semalam. “Kalau kamu tidak lolos, kamu kerja saja ya…”

Aduuuuhhh… Bagaimana ini Tuhan? Aku sangat ingin melanjutkan pendidikanku ke bangku kuliah.  Lalu apa gunanya aku blajar sungguh-sungguh di SMA? apa gunanya aku rajin membaca? dan apa gunanya aku tidak mencontek saat SMA? Kalau aku tidak bisa melanjutkan studiku …., ahhh pusing sekali memikirkan masalah ini..,

pimm ..pimm..pimmm

nampaknya motor dan mobil di belakangku sudah tak sabar, yah aku terlalu lama melamun di lampu merah di Daerah Demangan.

Hari ini hari terakhir SNMPTN, aku memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah. Aku mampir sebentar ke warnet,entah mengapa rasanya ingin cepat-cepat untuk mencari lowongan pekerjaan. Sepertinya aku benar-benar pesimis untuk menjebol  SNMPTN tahun ini. Aku menmukan yang cocok dengan pendidikanku: loundry, pramuniaga, pramusaji, dan jaga warnet. Aku jadi berfikir, kenapa lulusan SMA hanya dihargai seperti itu. Rasanya sangat tidak layak. Tapi itu hanya dari kacamataku sih, entahlah dari sudut pandang orang lain.

888

bergegaslah kawan sambut masa depan

tetap berpegang tangan, dangan saling berpelukan

berikan senyuman tuk sebuah perpisahan

kenanglah sahabat…kita untuk slamanya..

Lagu bondan yang satu ini memang dalem banget rasanya…, pas momentnya…

Yupp.. bener banget .. hari ini SMA-ku baru ngadain perpisahan angkatan 011 alias 2011. Seru …, tapi hatiku campur aduk, seneng, sedih, susah, bingung. Ini berarti aku akan berpisah dengan sahabat-sahabatku..

SUASANA KELAS…

sepertinya pagi ini aku berangkat terlalu pagi, tapi nyenengin kok berangkat pagi, aku bisa baca-baca meteri hari ini…dan satu lagi.. karna hari ini ada banyak tugas plus PR, beberapa menit setelah aku duduk di meja no 2 dari belakang.., ada seorang cowok duduk di belakangku. Dia adalah Aji, walaupun dia sering membuatku marah, kenapa aku berfikir bahwa dia itu baik?

“heh…, pinjem buku akuntansimu”

“dibawa devi, dia kemarin sore kerumahku, kamu belum selesai?”

“udah donk ni liat.. Cuma mau nyocokin saldo akhir aja”

“hah… kamu nyontek siapa?” aku kaget baget begitu melihat buku besar berukuran folio penuh.

“ngawur aja, aku kerjain sendiri donk..”

“beneran? mosog sih?

“he he he… kemarin aku sama Icak ke tempat Mba Hanna”

“oohhh.. pantes…”

“Asalamu’alaikum….” devi yang juga teman sebangkuku, datang dengan ceria.

“Wa’alaikumsalam…”aku dan Aji langsung menjawabnya.

“Dep pinjem bukunya si bos” bos, begitu kadang Aji memanggilku.

“bentar… aku belum selesai…”

Aku memang suka memperhatikan sekitar.. termasuk keadaan kelas.., entah mengapa rasanya baru kemarin kita bareng-bareng ulangan.. aku inget banget saat ulangan ekonomi koperasi..

di belakangku Aji dan Icak sibuk manggil-manggil namaku…, baru kerasa kan kalau mereka butuh aku.., tapi aku cuek aja.., kayaknya sesekali aku perlu deh ngasih mereka pelajaran di dalam ulangan, he he he.. habisnya mereka selalu ngusilin aku pas di sekolah, kecuali kalau ulangan… ha ha..

Ada tradisi yang paling aku benci adalah saat ulangan akan dimulai. Mereka meminta maaf padaku… , tapi setelah ulangan selesai mereka kasar lagi sama aku, yaa siihh aku tau mereka Cuma bercanda, tapi kadang-kadang mereka itu sampai kelewatan…

“heh.. Gie..ayo ambil minum.. haus nii…”

Ajakan Hakim menyadarkanku dari lamunanku. “o..oke”

Acara pensi perpisahan hari ini diakhiri dengan menonton film karya kita sendiri, setelah itu kembang api.. rasanya nggak percaya kalau kita uda lulus..

Akhirnya sampai dirumahku jam 11, karna rumah Hakim jauh, maka di menginap di rumahku. Eh jangan salah, Hakim itu cewek lo.. nama lengkapnay Destika Hakim, namun karna sudah ada yang namanya Tika di kelas, dan nggak enak juga manggil Desti, makanya dia sering dipanggil Hakim. Begitullah…

Oh ya… kami nggak bisa tidur, akhirnya kami putuskan untuk memasak mie instan yang super pedasss.. emmm yummiii banget..

akhirnya hakim tidur…, dan kenapa sampai jam 1 aku belum bisa tidur… tiba-tiba ke-inget waktu UNAS …

Aku memang berangkat pagi dari rumah, walaupun ujian setengah delapan baru akan dimulai, tapi aku tidak langsung ke sekolah. Kayaknya ada perjanjian tak terlulis di dalam pershabatan kami. Aku, Nia, Hakim, Nisa, Apri dan Elmo, kita kumpul di tempat kos Apri dulu, berdoa, sedikit tanya jawab dan saling menguatkan dengan motivasi, baru jam 7.15 kita berangkat. Nah… sampai sekolah, rasanya hati sudah tenang. Berangkat jam segini depan ruang ujian sudah penuh sesak dengan anak-anak yang duduk lesehan di bawah, membuat kita harus jalan satu per satu, sehingga membentuk barisan panjang, dan aku di paling belakang. Aku melihat Aji sudah duduk disamping Tika dan Devon. Memang sebelum ujian dia sering tanya ke mereka, dia telah melihat kedatanganku.

“Bos … ajari ya..”

Itu adalah kata-kata yang sering dia ucapkan padaku.

Sebelum masuk ruang ujian, aku dan teman-teman selalu bersalaman, termasuk juga dengan Aji. Kami saling mendoakan “Sukses ya..”

Ujian… hari ke-3

Hari ini Bahasa Inggris dan Geografi… Astagfirullah….

Listening B.Inggrisnya sih lumayan, tp redingnya…minta ampun susahnya… banyak kosakata baru yang bener-bener butuh kamus! Nisa, sohibku yang satu ini sampai sampai keluar langsung menangis karna saking takutnya.

“Sudah.. sudah to nangisnya..malu sama temen-temen yang lain, InsyaAllah kita lulus, kan juga dibantu nilai dari sekolah 40%” Kami bergantian  menghibur Nisa gadis kurus yang masih sesengukan menangis.

Setelah sekian kali menempuh ujian, baik tertulis dan praktik, sekolah dan nasional akhirnya semua ini berakhir…

Tanggal  14 Mei 2011. Dua hari sebelum pengumuman kelulusan. Hari ini aku merasa banyak banget kesalahan yang telah aku perbuat, aku tidak tahu bagaimana menghapuskanya. Aku berharap masih diberi kesempatan untuk merubah, memperbaiki perilakuku, dan juga menimba ilmu yang lebih tinggi dengan selembar kertas yang disebut ijazah.

jam 10.00 WIB at sebuah SMA di kalasan.

Lapangan basket telah dipenuhi  siswa-siswi kelas Duabelas yang menunggu orang tua tercinta di aula di sebelah lapangan basket itu. Kami tidak besendau-gurau, kami disini saling bersalaman, dan pastinya berdoa untuk kebaikan.., tiba-tiba terdengar…

“Bapak, Ibu.. Selamat.. putra-putri kalian lulus semuanya…….”

Lapangan basket menjadi saksi betapa gembiranya hati kami…

“Alhamdulilah…..”

Ada yang menagis, saling berpelukan, berjabat tangan, sujud syukur, lari kegirangan..

Terimakasih atas nikmatMu yang indah ini…

Saat pulang, dari kejauhan aku melihat Hilmi, sosok yang selama ini aku kagumi, Cuma aku nggak pernah bilang sama siapapun. Mungkin ini yang terbaik. kita harus berpisah, cukup sampai disini.

Hilmi akan melajutkan studinya ke Jakarta, sementara aku? boro-boro jakarta.. daftar sekolah di Solo aja nggak boleh.

Keasikan melamun, aku tertidur dengan sendirinya sambil senyam-senyum mengingat kenangan indah itu.

888

                Satu bulan kemudian…

Pengumuman SNMPTN

Yah.. bagi orang lain ketika melihat kita diterima di PTN, mungkin itu adalah kebahagiaan, pilihan pertama pula… tapi kenapa rasanya aku tidak ingin seperti ini? Sisi baiknya adalah aku nggak berhenti sekolah, dari sekian ribu pendaftar, alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan S1. Banyak juga temenku yang tidak bisa melanjutkan studinya karna masalah biaya. Jadi harus lebih banyak bersyukur.

Hilmi diterima di Jakarta, Universitas yang ternama di Jakarta. S1.  LIMA TAHUN.

Sepertinya memang aku tidak ditakdirkan bersama dia.. aku belum sempat berpisah dengan dia…, aku ingat ketika bertemu di jalan, setelah menuliskan namaku di baju seragamnya, aku menolak ketika dia bermaksud menuliskan namanya di bajuku.. karna aku nggak suka corat-coret.

“Setiap orang punya jalan masing-masing” kakakku yang sering mengatakan hal itu padaku.  Aku nggak ngerti, apakah aku harus senang atau sedih dengan berita ini. Aku akhirnya mengambil ilmu murni di salah satu PTN ternama di Jogja, Nia memutuskan menpelajari ekonomi syariah di PTS Islam di Jogja, Hakim memilih Akuntasi di PTS Islam Jogja, Nisa PTN di Jogja, Apri yang ingin kuliah di PTN di Bali,  pergi ke Bali untuk bekerja sementara menunggu SNMPTN tahun depan, dan Elmo yang sama dengan Apri, menunggu SNMPTN tahun depan,  memutuskan untuk berkerja di Jogja tahun ini. Sepertinya salah satu doa yang tidak sengaja ku ucapkan terkabul.  Seneng nggak bareng Aji dan Icak lagi. Mereka selalu jahat sama aku. Aji meneruskan PTN berbasis pendidikan di Jogja, dan Icak di sekolah kedinasan di Jakarta…

Sampai bertemu di kehidupan mendatang teman-teman, terimakasih atas kenangan indah ini,  sampai jumpa lima tahun lagi… ini bukan akhir kisah ini, karena akhir selalu mengantarkan kepada kehidupan yang baru lagi… mari kita mulai lagi..

888

Iklan

One thought on “satu part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s