Tuhan

Puisi ini terispirasi dari puisi Gus Mus berjudul ‘Doa untuk Palestina’

 

Wahai Allah, Tuhan yang mengampuni Adam,

Tuhan yang menolong Nuh dan Musa,

Tuhan yang mengabulkan doa Zakaria,

Tuhan yang menyembuhkan Ayub,

Tuhan yang menjaga Ismail dan Hajar,

Tuhan yang memberi makan Maryam,

Tuhan yang memberikan Harun kepada Musa,

Tuhan yang memberikan Khadijah kepada Muhammad,

Tuhan yang menyelamatkan Ibrahim dan Yusuf,

Tuhan yang mengembalikan Musa kepada Ibunya,

 

Tuhan, hamba yang tidak mengerti apa-apa ini memohon petunjuk terbaik dariMu.

 

Yogyakarta, 5 Maret 2019

 

Iklan

Cerita IBUku

Kalau ada cinta yang tidak akan pernah bisa dibalas, itu adalah cinta Ibu. Kalau ada malaikat yang berwujud manusia-itu adalah Ibu. Kalau ada pengahargaan pahlawan tanpa tanda jasa-itulah Ibu. Begitu juga kalau ada profesi dengan gaji tertinggi-adalah Ibu-gajinya adalah Surga-insyaAllah. Karena tidak ada benda di dunia ini yang sepadan untuk menggajinya.

Ibu, adalah seseorang yang cintanya tidak pernah pamrih. Ia menerima kita dalam suka dan duka. Kalau istilahnya Jasmine Elektrik, kasih sayang Ibu tak terbantahkan waktu coba aja temen-temen dengerin lagunya enak banget deh.

Bisa dengerin disini https://jasmine-elektrik.com/mimpi-ibu/

Spotify https://open.spotify.com/album/3Mxt99

Itunes https://itunes.apple.com/id/album/ibu

 Deezer https://www.deezer.com/us/album/82827882

Dari saya kecil hingga kuliah. Dari saya bekerja dengan gaji tinggi-hingga memutuskan untuk resign-Pelukannya masih hangat, senyumnya lebih lagi. Keputusan untuk kembali ke Yogyakarta tahun lalu buktinya. Ia menerima apa adanya keadaan saya. Saat saya dalam keadaan terbaik-ia tak pernah mengharapkan apa-apa selain kebaikan diri saya. Saat saya dalam keadaan terpuruk-ia tak menginginkan apa-apa selain kebangkitan diri saya. Katanya, aku masih muda dan masih punya banyak kesempatan untuk mengejar impianku. “Coba saja, kita tidak pernah bisa tahu masa depan” Kata Ibu. Ia tidak pernah mendoakan untuk diterima ini dan itu-doanya adalah-kalau memang hal itu baik bagiku-mudahkanlah, jika tidak-Tuhan pasti akan memberikan yang lebih baik.

Ibu selalu memberikan doa dan saran terbaiknya. Kadang kita mengambil keputusan salah, namun ia tetap menerima kita apa adanya.

Ada beberapa pesan Ibu yang selalu saya ingat dan membuat saya merasa lebih mudah menjalani dan menghadapi kehidupan ini;

Pertama adalah “Urip iku mung sakdermo angkaloni” (Bahasa Jawa) artinya kita hidup ini hanya menjalani apa ketentuan yang Maha Kuasa. Setelah berusaha, apapun hasilnya, kita terima dan jalani dengan sebaik-baiknya. Tapi kita wajib berusaha dulu.

Kedua, Ibu sering bilang ‘Ya coba aja dulu, kita ndak tahu rencana Allah’ Nasihat ini sering saya dengar saat saya ragu-ragu untuk mendaftar sesuatu yang saya sendiri nggak yakin bisa diterima atau nggak. Kata Ibu, kan ndak ada ruginya mencoba.

Pesan Ibu yang ketiga adalah kalau memilih lelaki “Tidak apa-apa tidak punya harta, tapi punya iman, jangan sampai nggak punya iman dan hart” Dan “Nanti kalau kamu sudah menikah, kamu harus bisa menjadi peredam saat suamimu marah, menjadi penghangat saat ia kedinginan, dan yang paling penting jaga diri jangan sampai orang lain tahu kalau misalnya kalian sedang marahan. Itu ndak gampang makanya harus sabar.”

Ini yang paling saya kagumi dari Ibu saya, meski marah-saat ada tamu berkunjung ke rumah kami-semua terlihat normal. Ibu membuatkan minum dan ngobrol biasa.

Ibu pernah cerita bahwa ia tidak diterima saat akan kuliah, maka ia ingin semua anak-anaknya sekolah sampai pendidikan tinggi. Alhamdulillah dengan segala upaya akhirnya kami bertiga bisa lulus dari pendidikan tinggi. Meski untuk itu-ada banyak peluh tercucur, ada banyak mata terjaga hanya untuk memenuhi kebutuhan sekolah kami bertiga.

Sekarang anak-anak Ibu sudah bekerja-dan Ibu bisa fokus menabung untuk pergi Haji. Namun, beberapa bulan ini Nenek sakit dan membutuhkan banyak biaya untuk berobat. Ibu dengan lapang dada memberikan uang tabungannya itu untuk pengobatan Nenek. Ah, Tuhan berikan aku rezeki yang cukup untuk membawa Ibu dan Bapak  ke Tanah Suci. Aku sungguh tidak tega melihat mereka. Sementara Ibu melupakan mimpinya ke tanah suci dan fokus menabung untuk pengobatan Nenek. Ah, anak macam apa aku ini- harusnya aku yang bekerja-keras untuk membahagiakan mereka. Semoga suatu hari nanti Allah bukakan jalan lain. Bukankah Tuhan memampukan yang IA Undang? Bukan mengundang yang Mampu? Semoga suatu hari nanti pas Hari Ibu bisa kasih tiket ke tanah suci. Aamiin.

#IniceritaIbuku #JasmineElektrikCeritaIbu #JasmineElektrik #JasmineElektrikCeritaIbu #MimpiIbuKriteria #MIMPIIBU #JasmineElektrikCeritaIBU #JasmineElektrik #BandIndie #Band #Musician #Music #JasmineElektrikCeritaIbu #MimpiIbu

Quote Buya Hamka

Quote dari Buku Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

“Cinta bukan mengajar kita lemah tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.” Hal 94

“Mulai waktu ini saya akan berusaha memperbaiki jalan pikiran saya kembali. Saya tidak akan mengingat dia lagi, saya akan melupakan dia!” Hal [153] Saat Zainuddin bertekad move on dari Hayati yang baru saja menikah.
“Ada pun kesakitan yang mengenai hati, moga-moga dapatlah disembuhkan Tuhan dengan berangsur. Tetapi ……….”
Seorang pengarang buku, walau pun bagaimana pun putus asa hidupnya, kalau pada suatu hari dilihatnya orang sedang membaca buku itu dengan asyiknya, dia lupa kepayahan dan keputus-asaannya itu.”
hal 98